- Individual Differences Theory
Contoh :
- Seorang penggemar olahraga dia akan lebih senang membaca atau menonton berita yang berkaitan dengan berita yang berbau olahraga dan mereka tidak terlalu tertarik dengan berita tentang fashion. Sedangkan untuk penggemar fashion pasti lebih memilih berita fashion ketimbang olahraga.
- The Social Categories Theory
Individu yang masuk dalam kategori sosial tertentu atau sama akan cenderung memiliki prilaku atau sikap yang kurang lebih sama terhadaprangsangan-rangsangan tertentu. Pesan-pesan yang disampaikan media massa cenderung ditanggapi sama oleh individu yang termasuk dalam kelompok sosial tertentu.
Usia : anak-anak, dewasa, orangtua
Jenis kelamin : laki-laki, perempuan
Suku bangsa : Sunda, Jawa, Batak, Minang, Aceh, Papua, Bali, dll
Profesi : dokter, pengusaha, pedagang, sopir, tukang becak, dll.
Pendidikan : sarjana, tamatan SLTA, SLTP, SD, buta hurup.
Kegemaran atau Hobby : Olahraga, kesenian, dll.
Status sosial : Kaya, biasa, dan miskin.
Agama : Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, dll.
Dengan adanya penggolongan sosial ini muncullah media massa yang sifatnya special atau khusus yang diperuntukan bagi kalangan tertentu, dengan mengambil segmentasi/pangsa pasar tertentu misalnya :
- Majalah Femina, Kartini, Wanita , dll yang diperuntukan wanita kalangan tertentu.
- Majalah Bobo misalnya diperuntukan untuk anak-anak
- Majalah Bola, Soccer, Go, F1, dll diperuntukan mereka yang senang olahraga.
- Majalah Adil, Amanat, Bangkit misalnya diperuntukan mereka yang senang politik.
- Monitor, Cek and Ricek, misalnya diperuntukan mereka yang senang dengan berita seputar gosip para artis.
Begitu juga di media elektronik disajikan acara-acara tertentu yang memang diperuntukan bagi kalangan tertentu dengan memprogramkannya sesuai dengan waktu dan segmen khalayaknya.
- Social Relationship Theory
Pada dasarnya pesan-pesan komunikasi massa lebih banyak diterimaindividu melalui hubungan personal dibanding langsung dari media massa.
Informasi melalui media massa tersebar melalui hubungan-hubungan sosial di dalam masyarakat. Teori ini berhubungan dengan teori Two Step Flow Communication.
Media massa melalui informasi yang disampaikannya dengan cara-cara tertentu dapat menimbulkan kesan yang oleh khalayak disesuaikan dengan norma-norma dan nilai-nilai budayanya.
Media massa mempengaruhi budaya-budaya masyarakatnya dengan cara :
- Pesan-pesan yang disampaikan media massa memperkuat budaya yang
- ada.Ketika suatu budaya telah kehilangan tempat apresiasinya, kemudian
- media massa memberi lahan atau tempat maka budaya yang pada awalnya sudah mulai luntur menjadi hidup kembali.
Contoh :
- Acara pertunjukan Wayang Golek atau Wayang Kulit yangditayangkan Televisi terbukti telah memberi tempat pada budayatersebut untuk diapresiasi oleh masyarakat.
- Musik Keroncong saat ini mulai menarik minat masyarakat karena dipopulerkan oleh Bondan Prakoso
Demikian yang dapat saya sampaikan. terimakasih.

No comments:
Post a Comment